Jadi Inspirasi
Jadi Inspirasi
Koleksi Buku Inspirasi Bisnis Terbaik
Finansial & Investasi

Matias Putra: Rahasia Strategi Trading Anti-Margin Call Selama 20 Tahun

Praktisi Matias Putra membongkar strategi Big Boy Concept untuk menghindari Margin Call. Pelajari manajemen risiko dari pengalaman 20 tahun di pasar forex.

(27 Januari 2026)
4 menit baca
Matias Putra: Rahasia Strategi Trading Anti-Margin Call Selama 20 Tahun
Ilustrasi Matias Putra: Rahasia Strategi Trading Anti-Margin Call Sela.
Hampers Ramadan Premium

Trading itu seperti catur. Jika kita tidak punya strategi, hasilnya hanya menunggu waktu untuk kalah.

Di dalam catur ada pemain yang menggerakkan pion, begitu juga di pasar kredit. Pasar dikuasai oleh para market maker, penggerak sebenarnya dari pergerakan harga.

Banyak trader ritel gagal karena mencoba melawan arus besar ini tanpa peta yang jelas. Mereka masuk dengan modal pas-pasan dan keluar dengan akun kosong.

Baca juga: Hendy Tanuardy: Dari Nyaris Bangkrut di Jakarta Jadi Mentor Ribuan Trader

Matias Putra, seorang praktisi trading dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, menawarkan solusi berbeda. Ia tidak mengajarkan cara melawan market, melainkan memahami para penggeraknya.

"Sudah terbukti anti MC kalau orang betul-betul mau mengikuti SOP kita," ujar Matias Putra menegaskan keyakinannya terhadap metode yang ia kembangkan.

Dari Kerugian Properti Menuju Pemahaman Institusi

Perjalanan Matias bukanlah jalan lurus menuju kesuksesan finansial. Sebelum menjadi mentor, ia bekerja di sebuah bank selama kurang lebih tujuh tahun.

Ia kemudian pindah ke perusahaan manufaktur untuk mengelola operasional. Namun, pada tahun 2003, ia merasa terjebak dalam rutinitas yang menyita waktu pribadi.

Baca juga: Dari Tragedi WTC hingga COVID: Kisah Trader yang Konsisten Profit

Keinginan untuk mencapai time freedom dan financial freedom mendorongnya meninggalkan zona nyaman. Ia mencoba berbagai usaha konvensional, mulai dari perusahaan asuransi hingga bisnis MLM.

Kendala modal besar dan infrastruktur membuat ia beralih melirik trading forex. Seorang teman memperkenalkannya pada aktivitas transaksi hanya bermodalkan laptop di kamar.

Tertarik dengan gaya kerja yang santai tersebut, Matias memulai langkahnya pada 2003. Namun, awal perjalanannya penuh dengan kehancuran modal.

Ia mengaku sempat kehilangan beberapa properti yang telah dikumpulkannya selama tujuh tahun pertama bekerja. Uang deposit habis terkena Margin Call (MC) berulang kali.

Meski mengalami jatuh bangun yang menyakitkan, ia tidak putus asa. Logikanya mengatakan bahwa industri forex tidak mungkin terus berkembang jika semua pelakunya rugi.

Fakta bahwa semakin banyak orang tertarik dan broker asing masuk ke Indonesia menjadi tanda pasar masih subur. Hal ini memacu semangatnya untuk belajar lebih dalam lagi.

Matias mengikuti workshop dari puluhan mentor, mulai dari level lokal, Asia, hingga Amerika Serikat. Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit, mencapai ratusan juta rupiah untuk kelas internasional.

Puncaknya adalah ketika ia mengikuti kelas dari mantan fund manager institusi besar di Amerika. Biaya workshop tersebut mencapai 20.000 hingga 75.000 Dolar AS.

Dari sanalah ia menemukan pola yang selama ini luput dari perhatian trader ritel. Ia menyadari bahwa kunci bertahan bukan sekadar analisis teknikal biasa.

Big Boy Concept dan Manajemen Risiko Ketat

Metode yang dikembangkan Matias diberi nama Big Boy Concept atau BBC. Konsep ini meniru gaya trading para institusi besar atau "big boy" yang menguasai pasar.

Para pelaku institusi ini harus tetap eksis karena mengelola dana raksasa. Jika mereka bangkrut, perusahaan besar tempat mereka bernaung akan ikut runtuh.

Oleh karena itu, cara mereka mengelola dana sangat berbeda dengan trader pemula yang sering bertindak seperti penjudi. Matias merumuskan tiga elemen penting atau 3M dalam trading.

M pertama adalah Metode, yang mencakup aspek teknikal untuk membaca pasar. M kedua adalah Money, yaitu bagaimana mengelola dana agar tidak bangkrut.

M ketiga adalah Mindset, yang menyangkut psikologi dan disiplin diri. Banyak trader gagal karena mengabaikan dua M terakhir demi mengejar profit instan.

"Bicara mindset cara berpikir sangat penting ya. Jadi bukan semata teknikal," tegas Matias menyoroti akar masalah kegagalan trader.

Ia sering melihat teman-temannya mengalami untung ratusan persen dalam sehari, lalu MC keesokan harinya. Pola ini berulang karena mentalitas judi tidak pernah berubah.

Mereka akhirnya menjadi "donator" bagi broker karena terus menyetor deposit tanpa pernah menarik profit secara konsisten. Masalah utamanya terletak pada ketidakmampuan mengendalikan emosi dan risiko.

Dalam Big Boy Concept, fokus utama adalah membaca jejak para market maker. Pergerakan harga bukan lagi misteri, melainkan pola yang bisa diprediksi jika tahu caranya.

Matias menekankan bahwa segala sesuatu itu bisa dicapai asal tahu caranya. Prinsip ini ia pegang teguh selama dua dekade berkecimpung di dunia trading.

Tantangan pasti ada, terutama bagi pemula yang terjebak dalam euforia keuntungan awal atau beginner luck. Euforia ini sering menjerumuskan trader ke dalam kerugian fatal.

Pernah suatu saat Matias merasa frustrasi hingga berhenti trading selama dua tahun. Ia sempat menganggap dunia trading sebagai fatamorgana yang mustahil diraih secara konsisten.

Namun, rasa penasaran terhadap ilmu mahal dari mentor Amerika membangkitkannya kembali. Ia memutuskan untuk mengambil risiko terakhir demi mendapatkan pengetahuan yang benar.

Hasilnya adalah sebuah sistem perdagangan yang stabil dan terukur. Sistem ini dirancang khusus agar trader bisa hidup dari trading atau trading for living.

Kini, Matias berbagi ilmu tersebut melalui program BBC. Tujuannya agar lebih banyak orang memahami logika di balik pergerakan harga yang sesungguhnya.

Ia ingin membuktikan bahwa dengan disiplin dan strategi yang tepat, siapa pun bisa terhindar dari jeratan Margin Call. Kuncinya ada pada kesediaan mengikuti Standar Operasional Prosedur yang ketat.

"Saya Matias Putra. Sekarang giliran kamu jadi inspirasi," tutupnya memberikan tantangan bagi siapa saja yang ingin serius mendalami profesi ini.

Dikutip dari Jadi Inspirasi / Sekali Seumur Hidup (YouTube)

Bagikan artikel ini

Komentar

Pelatihan Trading Saham