Jadi Inspirasi
Jadi Inspirasi
Koleksi Buku Inspirasi Bisnis Terbaik
Karir & Pengembangan Diri

Gagal Caleg dan Ditipu 100 Juta, Agus Prianto Temukan Jalan Pulih Lewat Lukisan

Kisah Agus Prianto bangkit dari kegagalan politik dan penipuan hingga menemukan misi hidup baru melalui terapi seni untuk penyembuhan trauma.

(22 Februari 2026)
5 menit baca
Gagal Caleg dan Ditipu 100 Juta, Agus Prianto Temukan Jalan Pulih Lewat Lukisan
Ilustrasi Gagal Caleg dan Ditipu 100 Juta, Agus Prianto Temukan Jalan .
Hampers Ramadan Premium

Agus Prianto pernah berada di titik paling kelam dalam hidupnya. Pada tahun 2019, ia gagal total dalam kontestasi pemilihan kepala daerah sebagai calon legislatif. Kegagalan itu bukan hanya soal suara yang tidak terkumpul, melainkan runtuhnya stabilitas finansial dan emosionalnya.

Rumah miliknya terpaksa terjual untuk menutupi kerugian kampanye. Ia harus menitipkan istri dan anak-anaknya kepada mertua karena tidak mampu lagi menafkahi mereka secara layak. Kondisi ini memicu stres berat dan gangguan kejiwaan yang membuatnya sulit berfungsi normal.

Di tengah kehancuran tersebut, Agus justru menemukan cahaya melalui hobi lamanya: melukis. Ia mengambil sisa kanvas dan mulai mencoret-coret tanpa tujuan estetika tertentu. Gerakan tangan itu menjadi saluran pelepasan penat yang selama ini tertahan di dadanya.

Baca juga: Rugi Rp500 Juta, Mantan Engineer Tambang Bangkit Jadi Trader Global

Dari Coretan Bebas Menjadi Metode Penyembuhan

Proses mencoret kanvas dilakukan Agus tanpa memikirkan hasil akhir. Ia membiarkan garis-garis terbentuk secara alami sesuai dorongan hati saat itu. Dari coretan acak tersebut, perlahan muncul bentuk-bentuk berwarna yang memberinya rasa lega.

"Dari coret-coretan itu akhirnya saya benar-benar bisa rilis. Akhirnya saya melihat dari garis-garis tersebut. Akhirnya saya teruskan menjadi sebuah lukisan yang berwarna," ujar Agus mengenang momen pemulihannya.

Warna-warna pada kanvas itu mengembalikan kepercayaan dirinya sedikit demi sedikit. Agus menyadari bahwa aktivitas ini efektif meredakan keluhan psikis yang ia derita pasca kegagalan politik. Ia pun terus mendalami kegiatan melukis sebagai sarana pemulihan diri.

Inspirasi utamanya datang dari tokoh seni yang dikenal melukis dengan hati. Tokoh tersebut menuangkan luka batin ke dalam karya sehingga lukisannya terasa memiliki ruh. Agus meniru pendekatan ini dengan menumpahkan segala keresahannya ke atas kanvas.

Baca juga: Melampaui Batas Pikiran: Kisah Edwin Anderson dan Revolusi Web Programming Hack Menuju Karier Global

Ia memahami bahwa orang yang sedang cemas atau takut biasanya enggan memulai hal baru. Zona nyaman berupa kesendirian sering kali menjebak seseorang dalam stagnasi. Menurut Agus, seseorang harus memaksa diri melakukan sesuatu yang berbeda agar bisa lepas dari belenggu emosi negatif.

Ujian Berat dan Lahirnya Soul Healing Art Therapy

Nasib buruk belum usai menghantam Agus setelah gagal menjadi caleg. Saat itu, istrinya menawarkan modal usaha sekitar Rp100 juta dari pinjaman bank untuk membantu suaminya bangkit. Uang tersebut seharusnya menjadi napas baru bagi keluarga mereka yang sedang terpuruk.

Seorang teman menyarankan bisnis barang dagangan dari Jakarta yang menjanjikan keuntungan tinggi. Tanpa curiga dan tanpa jaminan tertulis, Agus menyerahkan seluruh uang modal tersebut kepada temannya. Namun, setelah uang diterima, kontak teman itu terputus total dan ponselnya tidak bisa dihubungi.

Agus mendatangi rumah teman tersebut dan mendapati banyak korban lain yang juga mencari orang itu. Ternyata temannya adalah penipu ulung yang sudah bermasalah dengan banyak pihak. Kejadian ini menambah beban stres Agus karena ia tetap wajib mengangsur pinjaman bank sebesar Rp3-4 juta setiap bulan.

Kondisi finansialnya semakin kritis hingga ia tidak punya uang untuk membeli bensin atau berbuka puasa saat Ramadan. Pernah suatu malam hujan deras, ia mendorong motornya sambil berdoa hanya berdua dengan Allah. Di titik nadir itulah ia justru mengucapkan syukur atas situasi yang memaksanya berjalan kaki.

"Saya mengucapkan puji syukur alhamdulillah. Engkau memang memaksa saya untuk berjalan kaki. Barangkali ini memang saya perlukan demi kesehatan saya," kata Agus tentang sikapnya menghadapi musibah bertubi-tubi.

Pengalaman pahit itulah yang melahirkan metode Soul Healing Art Therapy. Agus kini mendedikasikan hidupnya sebagai pembicara dan konsultan bagi mereka yang mengalami kecemasan, ketakutan, maupun stres. Ia mengajak peserta untuk masuk ke dalam "gua batin" masing-masing guna menemukan setitik cahaya di tengah kegelapan.

Dalam sesi terapinya, peserta diajak melukis dalam keadaan mindfulness atau kesadaran penuh. Kegiatan diawali dengan meditasi pernapasan untuk menenangkan pikiran sebelum kuas menyentuh kanvas. Intuisi kemudian mengambil alih proses pemilihan warna dan goresan tanpa campur tangan pikiran sadar.

Setiap warna diyakini memiliki energi dan frekuensi tersendiri yang mampu menepis emosi negatif. Warna biru dapat mendatangkan ketenangan bagi yang cemas, sementara merah memberi keberanian bagi yang takut. Proses ini terjadi secara alamiah karena digerakkan oleh alam bawah sadar peserta.

Salah satu kisah paling membekas baginya adalah seorang ibu yang baru kehilangan orang tercinta. Saat mengikuti sesi terapi seharian, wanita itu melukis dengan perasaan mendalam tanpa rencana gambar sebelumnya. Hasil lukisan tersebut ternyata menggambarkan sosok almarhum yang dipeluk oleh malaikat.

Wanita itu menangis haru karena merasa mendapat pesan bahwa orang yang dicintainya sudah tenang. Melalui lukisan, ia mendapatkan konfirmasi visual atas kerinduan yang selama ini pendam. Momen seperti inilah yang meyakinkan Agus bahwa seni bisa menjadi jembatan penyembuhan jiwa.

Agus berharap ilmunya dapat tersebar luas agar lebih banyak orang mampu menyembuhkan diri sendiri. Ia ingin dikenang sebagai seseorang yang mengajarkan cara merilis beban berat dari dalam diri menuju ketenangan. Baginya, menolong orang lain adalah sumber kebahagiaan sekaligus amal jariyah yang tak ternilai.

Ia berpesan agar manusia tidak takut pada kegelapan hidup karena bintang hanya bersinar dalam gelap. Menerima keterpurukan dengan ikhlas dan tenang adalah kunci untuk meraih kemenangan sejati. Cahaya akan selalu ada bagi mereka yang berani masuk ke dalam gua batinnya sendiri.

Dikutip dari Jadi Inspirasi / Sekali Seumur Hidup (YouTube)

Bagikan artikel ini

Komentar

Pelatihan Trading Saham