Jadi Inspirasi
Jadi Inspirasi
Koleksi Buku Inspirasi Bisnis Terbaik
Karir & Pengembangan Diri

Matias Putra: Rahasia Anti MC dan Mentalitas Trader Profesional

Matias Putra berbagi pengalaman 20 tahun trading. Kunci sukses bukan sekadar teknik, melainkan pemahaman pola market maker dan disiplin mental yang kuat.

(30 Januari 2026)
5 menit baca
Matias Putra: Rahasia Anti MC dan Mentalitas Trader Profesional
Ilustrasi Matias Putra: Rahasia Anti MC dan Mentalitas Trader Profesio.
Hampers Ramadan Premium

Trading itu seperti catur. Jika kita tidak punya strategi, hasilnya hanya menunggu waktu untuk kalah. Di dalam papan catur, ada pemain yang menggerakkan pion. Begitu juga di pasar kredit, di mana market dikuasai oleh para market maker atau penggerak sebenarnya dari pergerakan harga.

Matias Putra, seorang praktisi dengan pengalaman lebih dari dua dekade, menegaskan bahwa bertahan di industri ini memerlukan pemahaman mendalam tentang siapa yang mengendalikan arus uang. Ia membuktikan bahwa metode yang terukur dapat membuat seseorang terhindar dari Margin Call (MC) yang sering kali menghabiskan modal trader pemula.

"Saya rasa orang gila trading gak kena MC gitu loh. Kalau manajemen kayak gitu ya, orang gila pun enggak kena MC," ujar Matias Putra saat menjelaskan pentingnya sistem yang baku.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan kesimpulan dari perjalanan panjangnya yang penuh liku. Matias tidak serta merta berhasil sejak hari pertama. Ia melewati fase hancur lebur sebelum menemukan formula yang kini ia ajarkan sebagai konsep Big Boy.

Baca juga: Rugi Rp500 Juta, Mantan Engineer Tambang Bangkit Jadi Trader Global

Dari Karyawan Bank hingga Pecandu Workshop

Sebelum tenggelam dalam dunia trading, Matias memiliki karier yang stabil di sektor korporat. Ia bekerja di sebuah bank selama kurang lebih tujuh tahun. Setelah itu, ia pindah ke perusahaan manufaktur dan dipercaya untuk mengelola operasional.

Namun, pada tahun 2003, ia merasa jenuh dengan rutinitas yang mengikat waktunya. Keinginan untuk mencapai kebebasan waktu atau time freedom serta kebebasan finansial mendorongnya keluar dari zona nyaman. Ia mencoba berbagai usaha konvensional, mulai dari perusahaan asuransi hingga bisnis MLM.

Usaha-usaha tersebut ternyata menuntut modal besar, infrastruktur rumit, dan pengelolaan karyawan yang tidak mudah. Tanpa skill khusus atau modal berlebih, jalannya terhalang. Titik balik terjadi ketika seorang teman memperkenalkannya pada trading forex.

Baca juga: Melampaui Batas Pikiran: Kisah Edwin Anderson dan Revolusi Web Programming Hack Menuju Karier Global

Ia melihat temannya bekerja santai hanya bermodalkan laptop di kamar tanpa harus pergi ke kantor. Daya tarik itulah yang memicunya untuk memulai belajar pada 2003. Awalnya, hasilnya sangat buruk. Modalnya habis berkali-kali.

Matias menolak untuk menyerah begitu saja. Ia memutuskan untuk belajar secara serius dengan mengikuti berbagai workshop. Dari mentor lokal di Indonesia, ia merambah ke Asia seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan India. Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit, mulai dari belasan juta hingga ratusan juta rupiah.

Puncaknya, ia belajar langsung dari mantan fund manager institusional asal Amerika Serikat. Biaya workshop dari mentor Amerika ini mencapai minimal 20.000 Dolar AS atau sekitar Rp300 juta saat itu. Ia bahkan pernah mengikuti webinar pendahuluan seharga 6 juta rupiah hanya untuk melihat sekilas materi mereka.

Ketertarikannya awalnya didorong oleh rasa penasaran mengapa biaya tersebut begitu mahal dibandingkan mentor lain. Ia berpikir pasti ada perbedaan fundamental dalam ilmu yang ditawarkan. Keputusan nekat mengambil kelas mahal tersebut akhirnya membuka matanya pada cara kerja institusi besar.

Menguasai Tiga M dan Menghindari Jebakan Judi

Setelah puluhan mentor ia ikuti, Matias menyadari bahwa profit konsisten tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan analisis teknikal atau fundamental semata. Ada elemen krusial lain yang sering diabaikan oleh kebanyakan pelaku pasar ritel.

Ia merumuskan keberhasilan trading dalam tiga elemen utama yang dikenal sebagai 3M. Pertama adalah Metode, yang berkaitan dengan teknik analisis pasar. Kedua adalah Money Management, yaitu seni mengelola dana agar modal tetap aman dan bisnis bisa terus berjalan.

Ketiga dan yang paling vital adalah Mindset. Cara berpikir seorang trader menentukan apakah ia akan bertahan lama atau gugur di tengah jalan. Banyak orang masuk ke pasar finansial dengan mentalitas berjudi. Mereka bisa untung ratusan persen dalam sehari, namun besoknya langsung MC.

"Mereka masuk ke sini dengan kayak judi mereka ya. Saya banyak teman tuh dengan kayak judi mereka itu tiap hari MC ya," kata Matias menggambarkan perilaku trader yang gagal mengubah pola pikir.

Orang-orang dengan mindset judi ini sering disebut sebagai donator bagi broker karena terus menyetor deposit tanpa pernah melakukan penarikan keuntungan yang signifikan. Nasihat sering kali tidak mempan karena masalah utamanya terletak pada mentalitas yang belum dewasa.

Matias sendiri pernah mengalami masa sulit di tahun kelima perjalanannya. Kerugian bertubi-tubi membuatnya menjual aset properti yang telah dikumpulkan selama tujuh tahun bekerja di bank. Saat itu, ia sempat ragu apakah trading hanyalah fatamorgana atau ilusi belaka.

Rasa frustrasi itu membuatnya berhenti total selama dua tahun. Namun, melihat semakin banyaknya broker asing masuk ke Indonesia dan minat masyarakat yang meningkat, ia bangkit kembali. Ia yakin industri ini tidak akan berkembang jika semuanya hanya penipuan.

Kembalinya ia ke dunia trading membawa pendekatan baru. Ia fokus meniru gaya trading institusi besar atau yang ia sebut sebagai Big Boy Concept. Para pemain besar ini harus eksis karena jika mereka bangkrut, perusahaan raksasa tempat mereka bernaung akan ikut runtuh.

Oleh karena itu, strategi mereka sangat terukur dan berbeda dengan trader ritel biasa. Matias mengajarkan pengikutnya untuk tidak melawan arus yang diciptakan market maker, melainkan membacanya dan mengikuti jejak mereka. Dengan demikian, pergerakan harga bukan lagi misteri, melainkan pola yang bisa diprediksi.

Kunci utamanya adalah disiplin mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah terbukti. Ketika SOP dijalankan dengan ketat, risiko kehilangan modal dapat ditekan seminimal mungkin. Inilah yang membuat strateginya dijuluki anti MC.

Matias menekankan bahwa segala sesuatu itu mungkin asal tahu caranya. Filosofi ini ia tanamkan dalam setiap materi ajarannya. Tujuannya bukan mencetak spekulan liar, melainkan membangun trader profesional yang mampu hidup dari pasar finansial secara berkelanjutan.

Hingga kini, ia terus mengembangkan komunitas dan program edukasi untuk menyebarkan pemahaman yang benar tentang trading. Baginya, kesuksesan bukan soal seberapa cepat kaya, tapi seberapa mampu seseorang bertahan dan konsisten dalam jangka panjang.

Dikutip dari Jadi Inspirasi / Sekali Seumur Hidup (YouTube)

Bagikan artikel ini

Komentar

Pelatihan Trading Saham