Calvin Hadi memulai perjalanan bisnisnya pada tahun 2014 dengan sebuah masalah pribadi yang sederhana. Ia memiliki motor custom namun kesulitan menemukan helm yang sesuai dengan estetika kendaraannya. Keinginan untuk memiliki helm yang matching dengan motornya memicu ide untuk membuat produk sendiri bersama teman-temannya.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2015, Calvin resmi meluncurkan brand Riders & Rules di acara Barbeque Ride. Momen peluncuran tersebut meninggalkan kenangan unik ketika seorang wanita menabrak kursi pameran hingga helmnya jatuh, lalu memutuskan untuk membelinya. Itu menjadi penjualan pertama yang menandai awal mula operasional brand helm custom ini di jalur Pudak nomor 10 sebelum akhirnya pindah ke lokasi milik sendiri di Jalan Dalam Kaum.
Filosofi Kualitas di Atas Tren Sesaat
Bagi Calvin, menjalankan bisnis helm custom bukan sekadar mengikuti tren fashion semata. Ia menekankan bahwa produknya harus memiliki keseimbangan antara nilai estetika dan standar keamanan yang ketat. Helm buatan Riders & Rules dirancang tidak hanya agar terlihat keren saat dipadukan dengan motor klasik, tetapi juga mampu melindungi kepala penggunanya dalam kondisi darurat.
Baca juga: Dari Rasa Gagal Lahir Dokumenter Sekali Seumur Hidup
"Yang gua jaga di produk gua tuh selain harus matching dengan motornya tapi kualitasnya juga harus terjaga gitu jangan cuman sekedar keren-kerenan," ujar Calvin menegaskan prinsip utamanya.
Komitmen terhadap kualitas ini terbukti ketika beberapa pelanggan mengalami kecelakaan lalu lintas sambil mengenakan helm produksinya. Calvin menyebutkan dengan rasa syukur bahwa para pengguna tersebut selamat dan aman berkat perlindungan helm buatannya. Fakta lapangan ini menjadi validasi terbesar bagi filosofi produksi yang ia terapkan sejak awal merintis usaha.
Pendekatan Calvin dalam berbisnis sangat dipengaruhi oleh pandangannya bahwa proses berwirausaha mirip dengan memainkan permainan video. Setiap tahun membawa tantangan baru dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat, mulai dari strategi penjualan, manajemen rantai pasok, hingga pengembangan varian produk. Ia menganggap setiap masalah yang muncul sebagai tanda bahwa bisnisnya sedang naik level dan berkembang.
Membangun Brand Lewat Komunitas dan Integritas
Calvin menyadari bahwa di era modern, sebuah brand memerlukan wajah atau sosok pemilik yang kuat untuk membangun koneksi emosional dengan konsumen. Ia tetap aktif turun langsung ke komunitas otomotif, menghadiri berbagai acara, dan berinteraksi dengan pelanggan melalui media sosial. Strategi personal branding ini membuat Riders & Rules terasa hidup dan tidak kaku seperti korporasi besar.
Baca juga: Siswa SD Rakit Gaming Controller Sendiri Berkat AI dan Dukungan Orang Tua
Keterlibatan Calvin dalam dunia motor custom memungkinkannya berteman dengan berbagai kalangan, termasuk selebritas seperti Andre Taulany dan Tora Sudiro. Hubungan ini terjalin secara alami karena kesamaan minat, bukan sekadar transaksi bisnis semata. Calvin sering memberikan produknya secara cuma-cuma kepada mereka sebagai bentuk persahabatan, yang justru mendatangkan eksposur organik bagi brandnya.
Saat menghadapi masa sulit seperti pandemi COVID-19, Calvin mengambil langkah pragmatis demi mempertahankan usahanya. Ia beralih memproduksi masker dengan desain menarik untuk menjaga arus kas tetap berjalan tanpa harus memecat karyawan. Selama tiga bulan krisis tersebut, ia rela tidak mengambil gaji sendiri asalkan operasional perusahaan dan hak pegawai tetap terpenuhi.
Kini, strategi bisnisnya lebih fokus pada penguatan fondasi internal daripada ekspansi produk baru yang berisiko. Calvin memilih mengembangkan variasi warna pada produk yang sudah ada, seperti sarung tangan, alih-alih meluncurkan kategori barang yang sama sekali baru di tengah ketidakpastian ekonomi. Ia percaya bahwa memperkuat sistem operasional dan keuangan adalah kunci ketahanan usaha jangka panjang.
Visi Calvin melampaui angka keuntungan finansial semata. Ia berharap industri motor custom di Indonesia mendapat dukungan lebih serius dari pemerintah, mirip dengan langkah yang diambil Rifat Sungkar dalam mengajukan undang-undang terkait modifikasi kendaraan. Baginya, motor custom memiliki jiwa dan nilai seni yang layak dihargai sebagai bagian dari gaya hidup positif masyarakat.
Pesan terakhir Calvin bagi siapa pun yang ingin memulai bisnis adalah untuk memulai dari hal kecil yang benar-benar disukai. Ia mengingatkan bahwa kegagalan adalah bagian wajar dari proses belajar dan seseorang harus selalu mengingat alasan awal mereka memulai sesuatu.
"Kalau misalkan kita do the best bikin produk yang baik kita bergaul yang baik niat kita baik otomatis untung mah ngikutin," tutup Calvin memberi nasihat tentang integritas dalam berusaha.






