Jadi Inspirasi
Jadi Inspirasi
Koleksi Buku Inspirasi Bisnis Terbaik
Kreativitas & Inovasi

Dari Rasa Gagal Lahir Dokumenter Sekali Seumur Hidup

Jeremy Tanuwardi mengubah kegagalan bisnis saat pandemi menjadi wadah dokumenter inspiratif yang mengajak penonton langsung beraksi, bukan sekadar menonton.

(15 Februari 2026)
4 menit baca
Dari Rasa Gagal Lahir Dokumenter Sekali Seumur Hidup
Ilustrasi Dari Rasa Gagal Lahir Dokumenter Sekali Seumur Hidup.
Hampers Ramadan Premium

Perjalanan sembilan tahun bersama Pak Pipo Harjanto membuka mata Jeremy Tanuwardi. Ia menyadari bahwa banyak praktisi hebat di Indonesia tidak terkenal padahal ilmunya luar biasa. Fakta ini memicu ide gila untuk membuat platform dokumenter yang berbeda dari sekadar tontonan.

Jeremy adalah CEO PTS Technologies Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan pemasaran. Namun, hatinya gelisah melihat klien-klien hebatnya hanya menjadi objek iklan tanpa cerita yang tersampaikan utuh. Ia ingin lebih dari sekadar memproduksi konten komersial.

"Ini kesempatan mungkin sekali-kalinya seumur hidup sama saya. Izinin saya buat ceritain cerita Bapak. Siapa tahu ini bisa ngerubah hidup orang banyak," ujar Jeremy meyakinkan para narasumber potensial.

Lahir dari Krisis dan Kegagalan Nyata

Konsep "Sekali Seumur Hidup" tidak muncul di menara gading saat bisnis sedang jaya. Ide ini justru lahir dari reruntuhan bisnis Jeremy saat pandemi COVID-19 melanda. Klien-kliennya bubar, revenue anjlok, dan timnya harus pindah kantor sambil berutang sana-sini.

Baca juga: Calvin Hadi: Mengubah Passion Motor Custom Menjadi Bisnis Helm Berkualitas

Dalam kondisi terpuruk itu, Jeremy mempraktikkan ilmu investasi properti yang pernah ia pelajari dari Pak Pipo Harjanto. Tanpa modal uang, ia nekad membeli aset pertama yang kini berubah fungsi menjadi kantor bagi timnya. Pengalaman pribadi bangkit dari keterpurukan inilah yang menjadi jiwa dari setiap episode dokumenternya.

Ia menolak menampilkan kisah sukses instan. Timnya secara khusus menggali fase terburuk yang dialami setiap narasumber. Jeremy percaya bahwa setiap orang punya cerita buruk, dan proses bangkit dari sana才是 nilai utama yang layak ditularkan.

"Pada dasarnya adalah setiap orang punya cerita buruk. Konsep di Sekali Seumur Hidup ini adalah gua mau ngangkat ke teman-teman, bisa kok mereka dari terpuruk, dari enggak jelas kondisinya bangkit," tegas Jeremy mengenai filosofi kontennya.

Baca juga: Siswa SD Rakit Gaming Controller Sendiri Berkat AI dan Dukungan Orang Tua

Membedakan Inspirasi dengan Aksi Nyata

Banyak platform dokumenter berhenti pada tahap memotivasi penonton. Jeremy melihat celah besar di sana: orang mudah termotivasi tapi sulit bergerak. Nama "Sekali Seumur Hidup" dipilih sebagai pengingat bahwa kesempatan untuk berubah itu jarang datang dua kali.

Platform ini menyediakan infrastruktur bagi penonton untuk langsung belajar dari praktisinya. Jika penonton tertarik dengan kisah seorang investor minimarket, mereka bisa langsung mendaftar kelas atau bertemu narasumber tersebut. Tidak ada jarak antara layar kaca dan realitas tindakan.

Proses seleksi narasumber dilakukan sangat ketat. Bukan sembarang orang kaya yang diundang, melainkan mereka yang memiliki metodologi jelas untuk ditiru. Jeremy sering menemui calon narasumber yang malu tampil di kamera atau enggan terkenal.

Tantangan terbesar bukanlah mencari cerita, melainkan menjaga konsistensi produksi di tengah tekanan finansial. Jeremy mengakui bahwa memproduksi dokumenter berkualitas tinggi dengan jangkauan luas hampir tidak memberikan keuntungan finansial langsung.

"Produksi mahal, view-nya dikit, kagak dapat adsense sama sekali gitu ya. Tapi balik lagi gini tantangannya ya, gua harus bisa menjaga Sekali Seumur Hidup ini konsistensinya tetap hidup," aku Jeremy tentang beratnya mempertahankan visi ini.

Komitmen ini didorong oleh keinginan menciptakan warisan. Jeremy ingin dokumenter-dokumenter ini abadi dan bisa ditonton oleh anak cucunya kelak. Ia ingin meninggalkan sejarah nyata berupa kumpulan kisah perjuangan manusia Indonesia, bukan sekadar angka keuntungan perusahaan.

Hingga tahun 2025, Jeremy dan timnya terus berkeliling merekam kisah-kisah tersebut. Mereka sadar bahwa jalan ini sunyi dan sepi penonton jika dibandingkan konten hiburan ringan. Namun, dampak perubahan hidup pada ribuan orang yang sudah mempraktikkan ilmu dari dokumenter tersebut menjadi bahan bakar utamanya.

Visi Jeremy sederhana namun berat: mengubah penonton pasif menjadi aktor perubahan dalam hidup mereka sendiri. Melalui setiap frame video yang diproduksi, ia membuktikan bahwa kegagalan bisnis masa lalu bisa disulap menjadi mesin inspirasi masa depan.

Dikutip dari Jadi Inspirasi / Sekali Seumur Hidup (YouTube)

Bagikan artikel ini

Komentar

Pelatihan Trading Saham